TUGAS
ARTIKEL ILMIAH
Untuk Memenuhi
Tugass kuliah
Metode Penelitian
Kurangnya
Pengawasan Terhadap prosedur Keselamatan Kapal Penangkap Ikan
Dosen Pembimbing : Mariana
K.S.Kom.MM

Disusun
Oleh :
NAMA
: Muhammad Salfadli
KELAS
: KPN – D
NRP :
145210170
SEKOLAH TINGGI MARITIM DAN
TRANSPOR ’’AMNI’’
(STIMART ’’AMNI’’)
2016
ABSTRAK
Ketersediaaan
alat keselamatan pada transportasi laut menjadi aspek penting dalam menentukan
kelaiklautan kapal. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui kondisi
kelengkapan alat keselamatan yang dimiliki sesuai dengan yang dipersyaratkan SOLAS,
menentukan strategi yang diterapkan dalam upaya mengurangi tingkat kecelakan bagi kapal penangkap ikan, dan pemerintah
harus lebih memantau keselamatan kapal meski hanya sebuha kapal penangkapa
ikan. yang beroperasi di laut sampai berhari - hari. Metode yang digunakan
adalah metode checklist/contreng dan SWOT. Hasil analisis ditemukan bahwa
Kondisi kelengkapan alat keselamatan di atas
kapal Paotere untuk kategori administrasi alat
keselamatan berada pada kategori rendah sekali (0%). Sedangkan untuk
kategori teknis alat keselamatan berada pada kategori rendah life jacket
dan sekoci (05,04%
dan 00,34%) dan alat lifebouy
berada pada kategori cukup tinggi (00,63%),
untuk kuantitas alat keselamatan seperti pelampung, pelatihan keselamatan alat
komunikasi dan alat navigasi
dikategorikan “BURUK”.
Sedangkan Strategi yang dapat dilakukan dalam upaya mengurangi tingkat korban
jiwa pada kecelakaan kapal layar kotor di Pelabuhan Paotere antara lain
a)
Audit teknis terhadap kapal pada aspek persyaratan
keselamatan,
b)
Pelatihan bagi awak dan
nahkoda kapal tentang teknik keselamatan pelayaran,
c)
Peningkatan fungsi
balai keselamatan pelayaran sebagai lembaga badan pelayanan umum,
d)
Penerapan secara detail
manajemen kapal sebagai tindak lanjut dari UU No.17 tahun 2008 dan PP No.51
tahun 2002.
Kata
kunci: Kapal ikan,
SOLAS, alat keselamatan
ABSTRACT
The
availability of safety in marine transportation becomes an important aspect in
determining kelaiklautan ship. The purpose this research is to determine the
condition of the completeness of the safety equipment that is owned in
accordance with the requirements of SOLAS, determine the strategy adopted in an
effort to reduce the accident rate for fishing vessels, and the government must
monitor the safety of the ship if only sebuha penangkapa fishing boats.
operating at sea to for days - days. The method used is the method of checklist
/ tick and SWOT. The results of the analysis found that the condition of the
completeness of the safety equipment on board Paotere for administrative
category of safety equipment that are in the low category one (0%). As for the
technical category of safety equipment is the category of low life jackets and
lifeboats (05,04% and 00.34%) and Lifebuoy tool located in the category is
quite high (00,63%), for the quantity of safety equipment such as buoys, safety
training tool communication and navigation tools are categorized as
"BAD". While the strategy is to do in an effort to reduce the rate of
fatalities in accidents dirty sailing ship in Port Paotere
amongothers
a)
technical
audit of the ship on the aspect of safety requirements,
b)
Training
for crew and captains of shipping safety engineering,
c)
Increasing
the safety of shipping as a function hall agencies public service agencies,
d)
application
of the detailed management of the ship as a follow-up of
No.17of 2008 and PP No.51 of 2002.
Keywords: Ships fish, SOLAS, safety equipment
Keywords: Ships fish, SOLAS, safety equipment
BAB I
PEDAHULUAN
1.
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara kepulauan
yang memiliki letak geografis yang strategis sehingga disebut zamrud
khatulistiwa. Indonesia juga memiliki beraneka ragam sumber daya laut yang
belum sepenuhnya dimanfaatkan. Tidak heran sejak dahulu kala Indosnea diperebutkan
oleh Negara asing untuk di jajah. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami
dan menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai
kepentingan antar bangsa seperti perdagangan dan komunikasi.
Penguasaan lautan oleh nenek moyang
kita baik di masa kejayaan Sriwijaya, Majapahit maupun kerjaan Bugis-Makasar
telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mencintai lautan sejak jaman dahulu
kala. Sejarah telah mencatat kejayaan Indonesia di lautan. Akan tetapi pada
masa sekarang ini Indonesia kurang memperhatika prosedur
keselamatan kapal, tepatnya bagi kapal nelayan/kapal ikan. banyak kita jumpai
bahwa kurangnya pengawasan pemerintah bagi kapal nelaya/kapal ikan, minimnya
alat keselamatan yang ada di atas kapal bahkan kurangnya pemerintah mengawasi
prosedur keselamat bagi kapal nelayan/kapal ikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. POKOK
PERMASALAHAN.
Indonesia sebagai Negara maritime
seharusnya dapat memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada. Peran
serta pemerintah serta masyarakat sebagai
penguna dan pemanfaatan laut sebagain mata pencari bagi masyarakat Indonesia,
maka dari itu tidak hanya dari sesuatau hal yang besar yang harus di
perhatiakan tetapi sesuatu yang kecil seperti kapal penangkap ikan juga harus
di perhatikan keselamatan dan prosedur layak lautnya sebuah kapal, dimana
sering kita jumpai begitu kurangan keamaan atau pantau bagai kapal penangkap
ikatan dima kita jumpai di kapal ikan tersebut salah satu tempat PKL sebuah
taruna SPM, . Bila dicermati kembali begitu
besarnya mata pencarian masyarat Indonesia di sector prikanan, tetapi sayangnya
kurang di perhatikan oleh pemerintah tindak keselama dan prosedur keselamatan
bagi kapal nelayan. Berikut ini penjelasan singkat mengenai faktor-faktor
penting yang harus diperhatikan guna menunjang keselamatan bagi para kapal penangkap ikan:
A)
ARMADA KAPAL LAUT
Kesiapan
armada kapal laut menjadi penting karena kebanyakan kapal yang beroperasi dalam kondisi tidak layak laut. atau kecelakaan laut yang terjadi disebabkan armada
yang digunakan sudah using dan tidak pernah dilakukan perawatan. Jika awak
kapal senantiasa memelihara dan merawat kapalnya tentu masalah teknis yang
timbul dapat diminimalisir walaupun kapal yang digunakan sudah berumur. Selain
itu, perlengkapan keselamatan harus diperhatikan oleh pemilik kapal perseorangan atau pun perusahaan. Banyaknya
korban jiwa yang melayang dapat disebabkan oleh kurangnya peralatan penolong
seperti jaket pelampung, dan lainnya. Jika ada sebagian besar tidak dapat
difungsikan karena kurangnya perhatian dari awak kapal mengenai pentingnya alat
penolong bahkan di atas kapal ikan sendiri tidak memiliki satu pun alat
keselamatan, jika terjadi kecelakaan di laut. Kapal ikan juga harus memiliki Teknologi navigasi dan system
informasi. Hal ini penting mengingat iklim yang sulit ditebak karena pengaruh
pemanasan global sehingga kapal harus dilengkapi oleh system navigasi dan
informasi yang mutakhir untuk menghindari kemungkinan terburuk jika timbul
badai secara tiba-tiba.
B) KESADARAN BAGI AWAK KAPAL.
Mengingat seringnya kapal belayar atau menangkap ikan bahkan membutuhkan waktu
berbuan - bulan. maka dibutuhkan kesadaran oleh awak kapal yang bekerja atau berada di atas
kapal bahkan yang bertanggung jawab. untuk mentaati peraturan yang
berlaku. Hal ini penting agar keselamatan pengguna sendiri terjamin selama melakukan kegitan penangkapan ikan di laut. Banyak
contoh yang ditemukan dilapangan ketika kapal tanta
memiliki alat keselamatan yang memadai masih bisa berlayar atau menagkap ikan.
C) PERAN
PEMERINTAH.
Peran pemerintah dalam hal ini
mengenai pengawasan dalam penerapan aturan yang berlaku pada kapal penangkap ikan . Pengawasan apartur pemerintah
yang berwenang dirasa kurang sehingga banyak armada kapal penangkap ikan yang tidak
layak berlayar atau tidak layak laut. mendapat
ijin berlayar
karena kurang tegasnya aparatur pemerintah sebagai pengawas. Selain itu,
campur tangan pemerintah sangat penting dalam pengembangan armada kapal
yang digunakan. Sebagai mana kita ketahui
peran pemerintah sangat kurang
mengwasi
kapal - kapal kecil, Seperti penyediaan alat navigasi
bagi nelayan sehingga dapat menentukan posisi dimana spot ikan yang melimpah.
Serta dapat mengetahui jika ada badai yang tiba-tiba dating. Sehingga jika
system komunikasi sudah diperbaharui dapat memberitahu jika ada masalah
emergency. Dalam UU no.17 tahun 2008 pada pasal 3 diterangkan bahwa pemerintah
wajib memperlancar arus perpindahan orang dan / barang melalui perairan. Jika
dalam kenyataannya sekarang banyak sekali kecelakaan – kecelakaan laut yang
terjadi berarti tanggung jawab pemerintah yang tertuang dalam undang-undang
tersebut patut dipertanyakan. Karena keamanan laut mengandung pengertian bahwa
laut bias dikendalikan dan aman digunakan oleh pengguna untuk bebas dari
ancaman atau gangguan navigasi yang ditimbulkan oleh kondisi alam serta kurang
memadainya sarana bantu navigasi sehingga membahayakan pelayaran atau nelayan.
2.
ANALISIS SWOT
Kemungkinan
perkembangan transportasi laut di Indonesia dapat dianalisis sebagai berikut :
1.
Strenght/kekuatan (faktor internal)
:
a. Kondisi geografis Indonesia cukup strategis ;
b. Perbaikan perekonomian nasional ;
a. Kondisi geografis Indonesia cukup strategis ;
b. Perbaikan perekonomian nasional ;
2.
Weakness/kelemahan (faktor internal)
:
a. Investasi besar ;
b. Sumber Daya Manusia rendah ;
c. Sarana belum memadai ;
d. Prasarana kurang memadai ;
e. Kebijakan Pemerintah/ Penegakan hukum kurang memadai ;
a. Investasi besar ;
b. Sumber Daya Manusia rendah ;
c. Sarana belum memadai ;
d. Prasarana kurang memadai ;
e. Kebijakan Pemerintah/ Penegakan hukum kurang memadai ;
BAB III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Penjelasan singkat mengenai faktor keselamtan bagi para kapal penangkap ikan dan nelayan. di Indonesia memberikan gambaran bahwa walaupun Indonesia dikenal sebagai Negara maritim
tapi dalam kenyataannya Indonesia masih
belum mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan nelayan. Beberapa hal menjadi sorotan diantaranya reformasi
terhadap armada kapal yang digunakan serta kesadaran dan peran aktif awak kapal atau nelayan dalam mentaati peraturan yang
berlaku. Dan yang tidak kalah penting adalah pern serta pemerintah untuk
mewujudkan keselamatan dan keaman dalam berlayar dan
meanagkap ikan.
2.
SARAN.
Indonesia sebagai Negara maritime seharusnya mampu
menyediakan saran dan prasaran yang memadai guna menunjang kebutuhan masyarakat
akan kebutuhan melaut dan berkerja sebagai mana ekonomi masyarakat menengah
kebawah masih tbergantung di sektor prikanan. Para
penyedia angkutan kapal juga seharusnya memperhatikan kondisi kapal yang akan
berlayar. Serta merawat secara berkala agar tidak terjadi masalah besar saat
berlayar. Alat-alat keselamatan yang menjadi kunci penting jika terjadi
kecelakaan seharusnya juga dicek apakah masih berfungsi atau tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Malisan, Johny. (2010). Keselamatan Transportasi Pelayaran Rakyat
Studi Kasus Armada Phinisi. Simposium XIII FSTPT Universitas Katolik
Soegijapranata. Semarang.
Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Nomor : PY.66/1/2-02. “Persyaratan
Keselamatan Bagi Kapal Layar Motor berukuran tonase kotor sampai GT 500”.
Jakarta.
UUD NO 17 TAHUN 2008 TENTANG
PELAYARAN
Nurwahida. (2003). Persepsi Pengambilan Keputusan Terhadap
Implementasi Standar manajemen Keselamatan Kapal-kapal Pelayaran Rakyat,
Tesis Magister, Program Pasca Sarjana UNHAS, Makassar.
Jinca,
M Y. (2011). Transportasi Laut, analisis sistem dan studi kasus. Brilian
Internasional. Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar