Minggu, 22 Mei 2016

contoh curriculum itae


CURRICULUM VITAE


I.                   DBJECTIVE
This curriculum vitae (cv)  is used for applying Cadet at PT. Safari Samudra Raya

II.                IDENTITY
Name                                             : Muhammad Salfadli
Place / Date Of  Birth                     : Selatpanjang 27th - July – 1995
Nationality                                     : Indonesian
Sex                                                : Male
Marital Status                                 : Single
Height, Weight                               : 171 – 65 kg
Religion                                         : Islam
Address                                        : Jl. DepoksariDalamDua, Kec. Tlogosai No. 11.                                                                       Semarang Central Java
Email Address                              : Fadliadli758@gmail.com
Phone Number                              : 082285171269
Hobbies                                        : Music, Fishing, And Swimming

III.             FORMAL EDICATION
1.    Maritime Institute  “STIMART”  AMNI Semarang.
2.    1 Selatpanjang Senior High School                              ( 2010 – 2013 )
3.    1Selatpanjang High School                                          ( 2007 –2010 )
4.    35 Selatpanjang Elementary School                             ( 2001 – 2007 )

IV.              NON FORMAL EDICATION
1.    Teble Manner CoursePatra Hotel Services in Semarang
2.    Englis CoursePritpal English Course  (PEC) in KepulauanMeranti
3.    Music CourseToddler Music Group Class‎ In Riau

V.                 Language Ability / Skills
1.    Computer Skills ie Microsoft Word, Microsoft Excel And Microsoft  Powerpoint
2.    Can Speak English
3.    Can Handle Import, Export Documents
                       
VI.              PERSONALITY
1.    Discipline
2.    To be Responsible


                                                                                                     Semarang 04th – mey – 2016




                                                                                    Muhammad Salfadli

Kurangnya Pengawasan Terhadap prosedur Keselamatan Kapal Penangkap Ikan



TUGAS ARTIKEL ILMIAH
Untuk Memenuhi Tugass kuliah

Metode Penelitian
Kurangnya Pengawasan Terhadap prosedur Keselamatan Kapal Penangkap Ikan
Dosen Pembimbing : Mariana K.S.Kom.MM
Description: Lambang TARUNA AMNI


Disusun Oleh :
NAMA  : Muhammad Salfadli       
                                    KELAS : KPN – D
                                    NRP      : 145210170

SEKOLAH TINGGI MARITIM DAN TRANSPOR ’’AMNI’’
(STIMART ’’AMNI’’)
2016




ABSTRAK

Ketersediaaan alat keselamatan pada transportasi laut menjadi aspek penting dalam menentukan kelaiklautan kapal. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui kondisi kelengkapan alat keselamatan yang dimiliki sesuai dengan yang dipersyaratkan SOLAS, menentukan strategi yang diterapkan dalam upaya mengurangi tingkat kecelakan bagi kapal penangkap ikan, dan pemerintah harus lebih memantau keselamatan kapal meski hanya sebuha kapal penangkapa ikan. yang beroperasi di laut sampai berhari - hari. Metode yang digunakan adalah metode checklist/contreng dan SWOT. Hasil analisis ditemukan bahwa Kondisi kelengkapan alat keselamatan di atas kapal Paotere untuk kategori administrasi alat keselamatan berada pada kategori rendah sekali (0%). Sedangkan untuk kategori teknis alat keselamatan berada pada kategori rendah life jacket dan sekoci (05,04% dan 00,34%) dan alat lifebouy berada pada kategori cukup tinggi (00,63%), untuk kuantitas alat keselamatan seperti pelampung, pelatihan keselamatan alat komunikasi dan alat navigasi dikategorikan “BURUK”. Sedangkan Strategi yang dapat dilakukan dalam upaya mengurangi tingkat korban jiwa pada kecelakaan kapal layar kotor di Pelabuhan Paotere antara lain
a)      Audit teknis terhadap kapal pada aspek persyaratan keselamatan,
b)      Pelatihan bagi awak dan nahkoda kapal tentang teknik keselamatan pelayaran,
c)      Peningkatan fungsi balai keselamatan pelayaran sebagai lembaga badan pelayanan umum,
d)     Penerapan secara detail manajemen kapal sebagai tindak lanjut dari UU No.17 tahun 2008 dan PP No.51 tahun 2002.

Kata kunci: Kapal ikan, SOLAS, alat keselamatan




ABSTRACT

The availability of safety in marine transportation becomes an important aspect in determining kelaiklautan ship. The purpose this research is to determine the condition of the completeness of the safety equipment that is owned in accordance with the requirements of SOLAS, determine the strategy adopted in an effort to reduce the accident rate for fishing vessels, and the government must monitor the safety of the ship if only sebuha penangkapa fishing boats. operating at sea to for days - days. The method used is the method of checklist / tick and SWOT. The results of the analysis found that the condition of the completeness of the safety equipment on board Paotere for administrative category of safety equipment that are in the low category one (0%). As for the technical category of safety equipment is the category of low life jackets and lifeboats (05,04% and 00.34%) and Lifebuoy tool located in the category is quite high (00,63%), for the quantity of safety equipment such as buoys, safety training tool communication and navigation tools are categorized as "BAD". While the strategy is to do in an effort to reduce the rate of fatalities in accidents dirty sailing ship in Port Paotere
amongothers
a)      technical audit of the ship on the aspect of safety requirements,
b)      Training for crew and captains of shipping safety engineering,
c)      Increasing the safety of shipping as a function hall agencies public service agencies,
d)      application of the detailed management of the ship as a follow-up of
No.17of    2008    and   PP  No.51  of  2002.

Keywords: Ships fish, SOLAS, safety equipment







BAB I
 PEDAHULUAN
                            


1.             PENDAHULUAN


Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki letak geografis yang strategis sehingga disebut zamrud khatulistiwa. Indonesia juga memiliki beraneka ragam sumber daya laut yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Tidak heran sejak dahulu kala Indosnea diperebutkan oleh Negara asing untuk di jajah. Nenek moyang bangsa Indonesia telah memahami dan menghayati arti dan kegunaan laut sebagai sarana untuk menjamin berbagai kepentingan antar bangsa seperti perdagangan dan komunikasi.
Penguasaan lautan oleh nenek moyang kita baik di masa kejayaan Sriwijaya, Majapahit maupun kerjaan Bugis-Makasar telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mencintai lautan sejak jaman dahulu kala. Sejarah telah mencatat kejayaan Indonesia di lautan. Akan tetapi pada masa sekarang ini Indonesia kurang memperhatika prosedur keselamatan kapal, tepatnya bagi kapal nelayan/kapal ikan. banyak kita jumpai bahwa kurangnya pengawasan pemerintah bagi kapal nelaya/kapal ikan, minimnya alat keselamatan yang ada di atas kapal bahkan kurangnya pemerintah mengawasi prosedur keselamat bagi kapal nelayan/kapal ikan. 


BAB II

PEMBAHASAN



1.      POKOK PERMASALAHAN.
Indonesia sebagai Negara maritime seharusnya dapat memanfaatkan segala potensi sumber daya alam yang ada. Peran serta pemerintah serta masyarakat sebagai penguna dan pemanfaatan laut sebagain mata pencari bagi masyarakat Indonesia, maka dari itu tidak hanya dari sesuatau hal yang besar yang harus di perhatiakan tetapi sesuatu yang kecil seperti kapal penangkap ikan juga harus di perhatikan keselamatan dan prosedur layak lautnya sebuah kapal, dimana sering kita jumpai begitu kurangan keamaan atau pantau bagai kapal penangkap ikatan dima kita jumpai di kapal ikan tersebut salah satu tempat PKL sebuah taruna SPM, . Bila dicermati kembali begitu besarnya mata pencarian masyarat Indonesia di sector prikanan, tetapi sayangnya kurang di perhatikan oleh pemerintah tindak keselama dan prosedur keselamatan bagi kapal nelayan. Berikut ini penjelasan singkat mengenai faktor-faktor penting yang harus diperhatikan guna menunjang keselamatan bagi para kapal penangkap ikan:





A)       ARMADA KAPAL LAUT
          Kesiapan armada kapal laut menjadi penting karena kebanyakan kapal yang beroperasi dalam kondisi tidak layak laut. atau  kecelakaan laut yang terjadi disebabkan armada yang digunakan sudah using dan tidak pernah dilakukan perawatan. Jika awak kapal senantiasa memelihara dan merawat kapalnya tentu masalah teknis yang timbul dapat diminimalisir walaupun kapal yang digunakan sudah berumur. Selain itu, perlengkapan keselamatan harus diperhatikan oleh pemilik kapal perseorangan atau pun perusahaan. Banyaknya korban jiwa yang melayang dapat disebabkan oleh kurangnya peralatan penolong seperti jaket pelampung, dan lainnya. Jika ada sebagian besar tidak dapat difungsikan karena kurangnya perhatian dari awak kapal mengenai pentingnya alat penolong bahkan di atas kapal ikan sendiri tidak memiliki satu pun alat keselamatan, jika terjadi kecelakaan di laut. Kapal ikan juga harus memiliki Teknologi navigasi dan system informasi. Hal ini penting mengingat iklim yang sulit ditebak karena pengaruh pemanasan global sehingga kapal harus dilengkapi oleh system navigasi dan informasi yang mutakhir untuk menghindari kemungkinan terburuk jika timbul badai secara tiba-tiba.





B)     KESADARAN  BAGI AWAK KAPAL.
Mengingat seringnya kapal belayar atau menangkap ikan bahkan membutuhkan waktu berbuan - bulan. maka dibutuhkan kesadaran oleh awak kapal yang bekerja atau berada di atas kapal bahkan yang bertanggung jawab. untuk mentaati peraturan yang berlaku. Hal ini penting agar keselamatan pengguna sendiri terjamin selama melakukan kegitan penangkapan ikan di laut. Banyak contoh yang ditemukan dilapangan ketika kapal tanta memiliki alat keselamatan yang memadai masih bisa berlayar atau menagkap ikan.

C)     PERAN PEMERINTAH.
       Peran pemerintah dalam hal ini mengenai pengawasan dalam penerapan           aturan yang berlaku pada kapal penangkap ikan .  Pengawasan apartur           pemerintah yang berwenang dirasa kurang sehingga banyak armada kapal    penangkap ikan yang tidak layak berlayar atau tidak layak laut. mendapat ijin         berlayar karena kurang tegasnya aparatur pemerintah sebagai pengawas.       Selain itu, campur tangan pemerintah sangat penting dalam pengembangan            armada kapal yang digunakan. Sebagai mana kita ketahui peran pemerintah            sangat kurang mengwasi
       kapal - kapal kecil, Seperti penyediaan alat navigasi bagi nelayan sehingga dapat menentukan posisi dimana spot ikan yang melimpah. Serta dapat mengetahui jika ada badai yang tiba-tiba dating. Sehingga jika system komunikasi sudah diperbaharui dapat memberitahu jika ada masalah emergency. Dalam UU no.17 tahun 2008 pada pasal 3 diterangkan bahwa pemerintah wajib memperlancar arus perpindahan orang dan / barang melalui perairan. Jika dalam kenyataannya sekarang banyak sekali kecelakaan – kecelakaan laut yang terjadi berarti tanggung jawab pemerintah yang tertuang dalam undang-undang tersebut patut dipertanyakan. Karena keamanan laut mengandung pengertian bahwa laut bias dikendalikan dan aman digunakan oleh pengguna untuk bebas dari ancaman atau gangguan navigasi yang ditimbulkan oleh kondisi alam serta kurang memadainya sarana bantu navigasi sehingga membahayakan pelayaran atau nelayan.

2.        ANALISIS SWOT
Kemungkinan perkembangan transportasi laut di Indonesia dapat dianalisis sebagai berikut :
1.      Strenght/kekuatan (faktor internal) :
a. Kondisi geografis Indonesia cukup strategis ;
b. Perbaikan perekonomian nasional ;
2.      Weakness/kelemahan (faktor internal) :
a. Investasi besar ;
b. Sumber Daya Manusia rendah ;
c. Sarana belum memadai ;
d. Prasarana kurang memadai ;
e. Kebijakan Pemerintah/ Penegakan hukum kurang memadai ;



BAB III
PENUTUP

1.      KESIMPULAN
Penjelasan singkat mengenai faktor keselamtan bagi para kapal penangkap ikan dan nelayan. di Indonesia memberikan gambaran bahwa walaupun Indonesia dikenal sebagai Negara maritim tapi dalam kenyataannya Indonesia masih belum mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan nelayan. Beberapa hal menjadi sorotan diantaranya reformasi terhadap armada kapal yang digunakan serta kesadaran dan peran aktif awak kapal atau nelayan dalam mentaati peraturan yang berlaku. Dan yang tidak kalah penting adalah pern serta pemerintah untuk mewujudkan keselamatan dan keaman dalam berlayar dan meanagkap ikan.
2.      SARAN.
Indonesia sebagai Negara maritime seharusnya mampu menyediakan saran dan prasaran yang memadai guna menunjang kebutuhan masyarakat akan kebutuhan melaut dan berkerja sebagai mana ekonomi masyarakat menengah kebawah masih tbergantung di sektor prikanan. Para penyedia angkutan kapal juga seharusnya memperhatikan kondisi kapal yang akan berlayar. Serta merawat secara berkala agar tidak terjadi masalah besar saat berlayar. Alat-alat keselamatan yang menjadi kunci penting jika terjadi kecelakaan seharusnya juga dicek apakah masih berfungsi atau tidak.


DAFTAR PUSTAKA
Malisan, Johny. (2010). Keselamatan Transportasi Pelayaran Rakyat Studi Kasus Armada Phinisi. Simposium XIII FSTPT Universitas Katolik Soegijapranata. Semarang.
Direktorat Jendral Perhubungan Laut, Nomor : PY.66/1/2-02. “Persyaratan Keselamatan Bagi Kapal Layar Motor berukuran tonase kotor sampai GT 500”. Jakarta.
UUD NO 17 TAHUN  2008 TENTANG PELAYARAN
Nurwahida. (2003). Persepsi Pengambilan Keputusan Terhadap Implementasi Standar manajemen Keselamatan Kapal-kapal Pelayaran Rakyat, Tesis Magister, Program Pasca Sarjana UNHAS, Makassar.
Jinca, M Y. (2011). Transportasi Laut, analisis sistem dan studi kasus. Brilian Internasional. Surabaya